Perjuangkan Keadilan, Azwan Jalan Kaki dari Malang Ingin Temui SBY

Jakarta (SIB)
Hadirnya keadilan di negeri ini benar-benar diharapkan oleh seorang Indra Azwan, bapak yang anaknya tewas ditrabrak polisi pada 1993 silam. Untuk itu, ia nekad berjalan kaki dari tempat tinggalnya di Malang, Jawa Timur, untuk menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Rifki Andika (7), nama bocah itu, tewas akibat kecelakaan yang melibatkan Kompol Joko Sumantri. Namun, proses hukum atas kasus itu berjalan sangat lamban, sehingga tersangka baru disidangkan setelah 15 tahun kemudian alias pada 2008 lalu.
Pun demikian, di ujung keputusannya, hakim membebaskan Joko dari segala dakwaan. Alasan hakim, kasus tabrakan yang merenggut nyawa Rifki itu telah kadaluarsa.
“Bagi Azwan, pendapat hakim tidak dapat diterima, sebab hakim telah memandang bahwa terdakwa terbukti telah menghilangkan nyawa anaknya, namun karena kadaluarsa, terdakwa dibebaskan,” kata aktivis Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Edy Halomoan Gurning dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (29/7).
Azwan makin tidak terima dengan kenyataan pahit itu karena proses penyelidikan, penyidikan, dan pra penuntutan atas kasus kematian anaknya tidak jelas. Mengapa pula polisi militer dan oditor baru menyidangkan kasus itu belasan tahun kemudian masih diselimuti misteri.
“Atas ketidakadilan ini, Indra Azwan berkeinginan untuk bertemu dengan Presiden RI guna menyampaikan perasaanya selama ini serta mendorong penegakan hukum bagi pelaku dan aparat penegak hukum yang telah mengakibatkan terdakwa bebas,” lanjut Edy.
Untuk meraih simpati presiden, Azwan rela berjalan kaki dari Malang menuju Jakarta mulai 9 Juli yang lalu. Ia diperkirakan tiba di Bundaran Hotel Indonesia (HI) hari ini pukul 13.00 WIB dan akan disambut oleh 200 orang anggota komunitas Arema. Selanjutnya, mereka akan mengiringi Azwan mencoba bertemu presiden.
Akankah Azwan berhasil bertemu SBY?
Ingin Bertemu SBY, Azwan Berjalan Hingga Kapalan dan Kuku Mau Copot
Setibanya di LBH Jakarta, Indra Azwan, pria yang mencari keadilan atas anaknya yang tewas akibat ditabrak polisi pada 1993 silam, kembali berjalan kaki lagi. Azwan berjalan kaki menuju Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Pantauan detikcom, Azwan berjalan didampingi dengan 20-an relawan dari LBH Jakarta, Jl Mendut, Jakarta, Jumat (30/7), pukul 16.00 WIB.
Azwan mengaku akan tetap menunggu di Istana sampai benar-benar ada respons. Azwan ingin bertemu dengan SBY untuk meminta hukum ditegakkan terkait kematian anaknya karena kasus tabrak lari oleh oknum polisi.
“Perjalanan saya selama 22 hari saya jalan setelah salat Subuh sampai pukul 21.00 WIB. Saya hanya berbekal peta dan baju 5 lembar. Selama perjalanan memakai dua sepatu bergantian,” ujarnya.
Azwan mengatakan, selama berjalan kaki 22 hari, dua kuku kakinya sekarang hampir copot. “Kulit kaki sudah kapalan. Saya akan terus jalan minta keadilan,” tegasnya.
Sebelumnya Azwan rela berjalan kaki dari Malang untuk meraih simpati dan ingin bertemu Presiden SBY. Anaknya, Rifki Andika (7), tewas akibat kecelakaan yang melibatkan Kompol Joko Sumantri.
Namun, proses hukum atas kasus itu berjalan sangat lamban, sehingga tersangka baru disidangkan setelah 15 tahun kemudian alias pada 2008 lalu.
Di ujung keputusannya, hakim membebaskan Joko dari segala dakwaan. Alasan hakim, kasus tabrakan yang merenggut nyawa Rifki itu telah kadaluwarsa.
Sebelumnya Azwan juga sudah pernah melakukan aksi mogok makan di Monas pada 2009 lalu.
Indra Azwan, Pejalan Kaki dari Malang Itu Tiba di Jakarta
Indra Azwan, pria yang nekat jalan kaki dari Malang untuk mencari keadilan atas anaknya yang tewas akibat ditabrak polisi pada 1993 silam, tiba di Jakarta dan langsung mendatangi LBH Jakarta. Azwan pun langsung duduk di lantai kantor LBH padahal saat itu sedang ada diskusi.
Azwan tiba di LBH, Jalan Mendut, Jakarta Pusat, sekitar pukul 14.40 WIB, Jumat (30/7). Dia langsung duduk di lantai di depan peserta diskusi publik bertajuk ‘Memperluas Akses Masyarakat terhadap Keadilan Melalui Gerakan Umum’.
Wajah Azwan terlihat lelah. Pria yang mengenakan kacamata hitam itu duduk di lantai sambil meluruskan kaki dan memijat-mijat kakinya.
Sekitar 50 peserta diskusi memberikan tepuk tangan kepada Azwan. Azwan pun didapuk berbicara kepada hadirin.
“Semua institusi hukum di Indonesia hanya janji-janji. Jangan harap dapat keadilan di Indonesia. Saya 17 tahun mencari keadilan, saya mengimbau orang-orang seperti saya sama-sama menggebrak. Kapan kita mulai,” kata Azwan sambil disambut riuh peserta.
Azwan rela berjalan kaki dari Malang untuk meraih simpati dan ingin bertemu Presiden SBY. Anaknya, Rifki Andika (7), tewas akibat kecelakaan yang melibatkan Kompol Joko Sumantri. Namun, proses hukum atas kasus itu berjalan sangat lamban, sehingga tersangka baru disidangkan setelah 15 tahun kemudian alias pada 2008 lalu.
Di ujung keputusannya, hakim membebaskan Joko dari segala dakwaan. Alasan hakim, kasus tabrakan yang merenggut nyawa Rifki itu telah kadaluwarsa.
Sebelumnya Azwan juga sudah pernah melakukan aksi mogok makan di Monas pada 2009 lalu.

(detikcom/s)

This entry was posted in Berita, Hukum, Polisi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s