2 Bocah Babak Belur Dihajar Ayah Tiri

MEDAN – Dua bocah perempuan berinisial LM (7) dan SS (5), babak belur dianiaya ayah tirinya. Kemarin siang, kakak beradik warga Jalan Selamat, Medan Denai ini dibawa sang kakek ke RSU Dr Pirngadi Medan untuk mendapatkan pengobatan

duniapsikologi.dagdigdug.com (ilustrasi)
Sambil menggendong SS dan diikuti LM, sang kakek Ridwan Hutagalung (60), buru-buru memasuki Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pria yang rambutnya telah memutih ini juga berniat melakukan visum kedua cucunya tersebut. “Kedua cucu saya ini dipukul bapak tirinya,” ujarnya geram
SS sang adik menderita luka lebih parah. Selain tubuhnya lebam-lebam, kening sebelah kanannya juga robek. Lebih parahnya lagi, kemaluannya juga lebam akibat pukulan benda tumpul. Sedangkan LM yang sudah duduk di kelas I SD mengalami lebam di bagian paha.

Bocah berusia lima tahun ini langsung dibaringkan di tempat tidur IGD dengan pipi membengkak dan biru. Dia urung divisum karena keluarga belum mengantongi surat pengantar visum dari kepolisian. Pihak rumah sakit menyarankan Ridwan membawa korban ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan.

Menurut Ridwan, kedua cucunya diantarkan ibunya Mita Hutagalung (35) dan ayah tirinya Selamet (40), warga Kelambir V, Gang Harapan I ke rumahnya di Bromo, Kamis malam. Selama ini kedua korban memang tinggal bersama kakeknya setelah sang ibu bercerai dengan ayah kandung mereka.

Dan Mita menikah sejak tiga bulan lalu dengan Selamet. Usai mengantarkan anaknya, Mita dan Selamet pamit pergi ke Klambir V. Sekitar pukul 22.00 WIB, Ridwan baru menyadari terdapat sejumlah luka lebam di tubuh dua cucunya, setelah uwak korban yang memandikan melihat terlebih dahulu.

“Mereka dibawa selama seminggu ke rumah mamak dan ayah tirinya, sepulang dari sana, cucu saya ini luka-luka. Jadi kami mau tanya keterangan ke ayah tirinya ternyata anak saya dan menantu saya itu sudah tidak di Kelambir V lagi dan ditelepon sudah tak aktif lagi,” ungkapnya.

LM sendiri kepada wartawan di IGD mengaku sering dipukul pakai sapu sedangkan adiknya pakai sisir. “Karena enggak mau ngepel kami dipukul,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Medan Iptu Hariyani saat dikonfirmasi mengatakan, masih akan menyelidiki kasus penganiayaan tersebut.

“Sudah kita buat laporan pengaduannya dan kami akan memeriksa kembali dengan memintai kartu keluarga dari kedua korban. Setelah ini kita akan menunggu hasil visum dari rumah sakit,” tandasnya.
(M Andi Yusri/Koran SI/teb)

This entry was posted in Anak, Kriminal and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s