Pelaku Pelecehan Paskibra Sakit Mental

Whooila!

Jakarta (ANTARA) – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto menduga dua pelaku pelecehan seksual terhadap anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) DKI Jakarta an berinisial A dan E mengidap sakit mental.

“Menurut saya (dua pelaku pelecehan) itu sakit. Makanya kita masih perlu teliti,” kata Prijanto di balaikota DKI Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan perilaku seseorang bisa berubah dari baik menjadi buruk karena pergaulan dan lingkungan.

“Karena kita juga tidak tahu mantan Paskibra itu bergaul dengan siapa,” katanya.

Tetapi Wagub minta masyarakat jangan menyamaratakan semua purna atau mantan Paskibra itu berperilaku buruk.

“Jangan di-`gebyar uyah`(disamaratakan, red) para mantan Paskibra itu buruk semua. Maka perlu investigasi,” katanya.

Oleh karena itu, dia melanjutkan akan menyeleksi lebih ketat purna paskibra yang akan melatih anggota paskibra baru.

Prijanto masih menunggu hasil investigasi.

Saat ini dirinya baru menerima data kronologis kejadian pelecehan tersebut yang serupa dengan pengaduan dari orang tua anggota Paskibra yang dilecehkan.

Senior putri

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Pemprov DKI Jakarta, Firmansyah, mengatakan dijadwalkan tim investigasi melaporkan hasil kerjanya hari Jumat(20/8) .

“Tapi sampai sekarang kita belum menerima laporannya,” katanya.

Tim investigasi kasus pelecehan seksual tersebut dibentuk oleh Disorda yang beranggotakan Dewan Majelis Purna Paskibra Indonesia (PPI).

Sebelumnya, Firmansyah di Jakarta, Rabu (18/7) menjelaskan kasus pelecehan itu bermula dari pengaduan para orang tua Paskibra perempuan DKI Jakarta yang menerima perlakuan tidak senonoh dari Purna Paskibra selaku instruktur pelatihan.

Pelecehan terjadi pada saat 30 Paskibra DKI menjalani pelatihan pembinaan mental di komplek Pendidikan Pramuka Nasional di Cibubur, Jakarta Timur pada 2-6 Juli 2010.

Pelecehan terjadi pada 14 anggota Paskibra perempuan yang disuruh berlari dari ruang barak menginap tim Paskibra DKI menuju kamar mandi dengan bertelanjang badan.

Sementara jarak antara barak menuju kamar mandi sekitar 10 meter.

“Barak itu khusus putri dan yang melakukan perintah itu juga instruktur putri juga, senior Pasibra sebelumnya,” ujar Firmansyah.

Sebelumnya, Ketua PPI DKI, Mirza Nasir mengaku telah membentuk tim investigasi.

“Dalam 14 hari kami minta ada laporan terkait kasus ini,” katanya di Jakarta, Selasa (17/8).

Sumber : http://www.whooila.com/2010/08/pelaku-pelecehan-paskibra-sakit-mental.html#ixzz0xZB9ax86
Whooila! – Ensiklopedia Fakta Unik dan Aneh

This entry was posted in Berita Unik, Indonesia, kasus and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s