Perampok Mini Market Bermodus Hipnotis Dibekuk

Perampok Mini Market Bermodus Hipnotis Dibekuk

Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Pelaku perampokan mini market dengan modus hipnotis, dibekuk Satuan Kejahatan dan Tindak Kekerasan Polda Metro Jaya. Kedua pelaku yang diamankan merupakan warga negara Turki bernama Yaman Alper (32 tahun) dan Mehment Sahin (19 tahun).

Kedua pelaku diamankan di tempat persembunyiannya di Hotel Nam Center, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kasat Jatanras, AKBP Nico Afinta mengatakan, pengungkapan pelaku berawal dari tayangan di media elektronik yang menampilkan video CCTV. Dalam video itu terekam sepak terjang pelaku saat menjalankan aksinya di Mini Market Indomart, Sukabumi, Bandar Lanpung, beberapa hari lalu. ”Dari rekaman itu kami teliti dan ternyata ada yang memberi informasi tentang keberadaan pelaku,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/8).

Setelah penayangan video CCTV itu, seorang masyarakat mengaku mengenal identitas kedua pelaku. Masyarakat yang berprofesi sebagai pengusaha mobil rental itu mengaku jika kedua pria yang terekam dalam CCTV adalah kliennya. ”Dia melapor karena pelaku juga merental mobilnya namun belum dikembalikan. Dengan laporan itu, petugas melakukan pengintaian,” papar Nico.

Berbekal informasi tersebut, petugas membekuk Yaman dan Mehmet di sebuah hotel berbintang. Saat diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan. Mereka menolak diamankan dan berkilah tidak melakukan aksi yang dilakukan. Namun, polisi tetap menggelandang keduanya ke Mapolda Metro Jaya. ”Sebagai bukti, kami mengamankan baju yang mereka kenakan saat menjalankan aksinya,” ungkapnya.

Dijelaskan pula modus pelaku dalam menghipnotis calon korban. Seperti yang terekam dalam video CCTV, pelaku awalnya menyamar sebagai pembeli. Saat hendak membayar, seorang pelaku menepuk pundak petugas kasir. Mendadak petugas kasir terhipnotis. Segala perintah pelaku pun dituruti, termasuk perintah untuk menyerahkan semua uang di kasir. ”Seluruh aksinya dilakukan dengan bahasa Indonesia,” tambahnya.

Kedua tersangka yang turut dihadirkan dalam acara konferensi pers, menolak segala tuduhan polisi. Mereka berkilah jika pelaku yang terekam memiliki wajah yang menyerupai keduanya. ”It’s not Me. Many Arabic have a look like me (Itu bukan saya. Banyak orang berwajah arab, mirip dengan saya),” kilahnya.

sumber:www.republika.co.id

This entry was posted in Hipnotis, kasus, Kreatif and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s